Minggu, 01 November 2015

KERINDUAN

Rindu, iya rindu adalah sebuah kata yang memiliki arti yang dalam. Saya rasa semua orang pasti sudah mengenal kata ini, iya kata yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Mengenal bisa dengan cara merasakannya lalu diutarakan dan adapula yang dirasakan namun dipendam. Kata rindu bukan hanya teruntukkan untuk seseorang yang dicintai seperti yang sering dilakukan anak muda sekarang ini ketika sedang merindukan kekasihnya "pacarnya" maka dia akan mengatakan aku rindu kamu.

Namun, kata rindu bukan hanya untuk seseorang yang dicintai dari sebatas "pacar" saja, pihak lain yang berkedudukan lebih istimewa dihati kita pun bisa kita utarakan bagaimana rindunya kita terhadapnya, bisa saja orang tua kita, saudara-saudari, sahabat, teman, sepupu, dan umumnya adalah keluarga besar. Hal ini terlepas dari rasa rindu kita terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala, para Malaikat dan Rasul-rasul kita.

Saat ini, saya mengutarakan sedikit rasa rindu yang bisa dibilang terpendam dan juga bisa dibilang terutarakan tetapi tidak tahu kapan terakhir saya mengutarakannya.
Rindu yang membuatku menangis sendirian ditengah malam dengan membayangkan wajah orang-orang yang dirindukan. Mereka adalah keluargaku, orang tua ku yang terhebat sedunia, kakak-kakak yang tampan dan cantik serta adikku yang ganteng. Mereka adalah sosok yang telah memenangkan hati sekaligus menenangkan hati, memberi kekuatan serta terkadang memberi kelemahan (karena rindu), sosok yang aku idolakan, sosok yang sangat patut untukku bahagiakan, sosok yang sangat patut dibanggakan, dan yang pasti adalah sosok yang sangat-sangat aku cintai dan sayangi.

Entah kenapa, rtidak dapatsaya pungkiri bahwa rasa rindu dapat datang kapan saja, seperti melihat seseorang yang wajahnya atau sikapnya mirip dengan salah satu keluarga kita maka saat itu kita meneteskan air mata mengingat semua kenangan dan kebersamaan yang dilalui dan yang dilewati ketika bersama. Selain itu, banyak hal lain yang mengingatkan kita kepada sosok mereka.
Saya sebagai perantau yang hampir 4 tahun tidak pernah pulang bertanya pada diri sendiri bahwa tidak pantaskah saya merasakan hal itu ? karena rasa rindu yang seperti itu bisa saja berlebihan. Saya tahu bahwa segala yang berlebihan itu tidak baik maka lakukan dan jalankan sesuatu itu sewajarnya yang sesuai dengan porsinya. Saya berusaha menahan rasa rindu agar tidak melebihi porsinya.
Setiap teman-teman saya bertanya ," kamu nggak kangen sama orang tuamu ?", saya menjawab dengan senyum pura-pura tegar atau bisa dibilang sok tegar kali ya "yah kangen sih kangen tapi mau gimana lagi" ... terkadang saya pernah menjawab dengan kalimat "saya nggak kangen kok, biasa aja malah". Jawaban itu adalah sebenarnya puncak dari rasa rindu yang mengharuskan saya menghibur diri dengan kata-kata yang dapat menguatkan dan bangkit lagi.
Dari semua ini, saya harus percaya, optimis dan positive thinking untuk menjadikan rasa rindu yang tulus ini sebagai kekuatan saya untuk selalu semangat, dapat bangkit ketika jatuh dan terpuruk, dapat dijadikan motivasi dalam menghadapi tantangan dalam perkuliahan dan kehidupanyang saat ini jauh dari mereka.

Ya Allah titip rinduku untuk orang-orang yang aku cintai dan yang mencintaiku, berikanlah mereka kemudahan dalam meraih Ridho-Mu,  kesehatan serta rezeki yang halal, kesabaran dan ketabahan dalam menjalankan cobaan-ujian dari-Mu, diberi umur yang panjang sampai saya kembali kepada mereka dan membahagiakan mereka.
Semoga mereka selalu dalam lindungan-Mu Ya Allah... amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar